Kajian Usability – Yamaha Indonesia (3 of 3).

Tulisan ini merupakan kelanjutan dari posting sebelumnya.

6. Recognition rather than recall

Karena setiap informasi yang ditampilkan dari website ini bersifat tidak tetap sehingga tidak membutuhkan suatu pemahaman tentang bagian website secara lebih lanjut.

Namun, penggunaan gambar motor yang diterapkan dalam website ini untuk menjelaskan tipe dan spesifikasi motor yang ada mampu untuk meningkatkan kemampuan mengenali jenis-jenis motor oleh pengunjung.

7. Flexibilty and efeciency of use

Ini dari prinsip ini adalah sistem mampu untuk memberikan layanan secara cepat bagi pengunjung untuk melakukan penjelajahan informasi dengan fleksibel dan efisien.

Flash Menu


Salah satu prinsip usability ini telah diterapkan oleh website Yamaha. Semua menu ataupun informasi yang bersifat penting dan terbaru, disampaikan kepada pengunjung dengan bantuan flash. Pengunjung hanya tinggal melihat isi dari flash menu tersebut, kemudian melakukan klik pada menu yang dianggap menarik.  Contoh pada Pengunjungan Flash menu jenis motor pada bagian homepage website. Dengan demikian, pengunjung tidak perlu untuk membaca semua isi dari halaman ke halaman. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa, penggunaan flash yang berlebih akan membuat pengunjung bosan dan jengkel.

Ketidakefisienan

Ketidakefisienan ditemukan dalam website ini. Ditunjukkan dalam gambar berikut.

Dalam lingkar persegi biru diatas, menunjukkan bahwa terjadi ketidakefisienan yang ditunjukkan dalam homepage. Karena dalam satu halaman, terdapat bagian yang sama di sub halamannya.

Solusi:

Dalam satu halaman, lebih baik jika tidak terjadi penggandaan bagiannya. Boleh ada pengunjungan bagian yang sama, jika itu bersifat memudahkan. Seperti, pengunjungan menu yang sama di bagian footer halaman. Yang dimaksudkan untuk mempermudah pengunjung untuk memilih menu saat mereka telah berada pada bagian paling bawah dari suatu halaman yang membutuhkan scroll.

Scrolling yang terlalu banyak

Website ini terlalu sering menerapkan fasilitas scrolling di dalamnya. Seperti gambar di bawah.

Ketidakefisienan ditunjukkan lagi dalam gambar di atas (Persegi merah). Pengunjung disajikan flash yang berukuran cukup besar, sehingga mengharuskan pengunjung untuk melakukan scrolling ke bawah hanya untuk mengisi biodata mereka.

Solusi:

Meletakkan bagian yang informatif lebih dahulu dari bagian yang kurang informatif.

8. Aestethic and minimalist design.

Homepage

Website Yamaha tidak menerapkan prinsip ini. Tampilan layout halaman secara keseluruhannya terlalu berlebihan. Sebagai contoh website banyak memberikan informasi pada halaman homepage. Hal itu membuat pengunjung website harus melakukan scrolling untuk melihat isi homepage dari atas ke bawah. Informasi yang ditampilkan juga kurang sesuai tempatnya. Terlalu banyak informasi yang ditampilkan dalam format flash, akan membuat semakin banyaknya ruang halaman yang digunakan. Padahal, jika informasi tersebut tidak ditampilkan dalam bentuk flash, akan mampu mengirit panjangnya halaman yang dimuat.

Acak-acakan

Penempatan flash juga acak-acakan, terkesan hanya asal letak saja. Seperti ditunjukkan dalam gambar di bawah.

Kotak persegi berwarna merah di atas menunjukkanbagian-bagian yang ditampilkan dalam flash. Tahukah anda, berapa banyak bandwith dan ruang yang dihabiskan untuk melampirkan halaman yang berisi seperti di atas. Tentunya, membutuhkan cost yang lebih besar. Pengunjung akan merasa kurang nyaman ketika melihat tampilan tersebut, karena terlalu banyaknya objek yang bergerak ketika pengunjung mengamati halaman tersebut.

Solusi:

Pembatasan konten halaman yang menampilkan flash.

9. Help user recognize, diagnose, and recover from errors.

Bantuan yang dimunculkan kepada pengunjung, yang berupa tulisan (no code) yang muncul sebagai respon dari kesalahan. Di dalamnya disertakan saran agar pengunjung tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.

Kesalahan Registrasi

Pada website ini, ditampilkan bantuan yang cukup baik dalam mengatasi kesalahan yang disebabkan karena registrasi yang tidak tepat. Dapat dilihat pada screen shoot berikut.

Di dalam persegi biru di atas, terlihat bahwa sistem telah memberikan bantuan kepada pengunjung yang melakukan kesalahan dalam melakukan registrasi. Sistem juga telah dinilai bagus dalam menampilkan saran yang seharusnya dilakukan pengunjung agar tidak melakukan kesalahan tersebut lagi. Dengan menampilkan link ke halaman registrasi ataupun ke halaman utama website, hal itu membuat pengguna menjadi tidak kebingungan dalam menentukan langkah selanjutnya.

Kesalahan Lanjutan

Namun, pada salah satu kesalahan yang terjadi, didapatkan kesalahan yang berbunyi sebagai berikut.

Hendaknya, pengunjung tidak ditampilkan informasi backhand tentang penyebab kesalahan tersebut. Hal itu selain dapat membahayakan website dari ancaman serangan hacker, juga dapat membuat pengunjung menjadi kebingungan, tentang masalah apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Solusi:

Mungkin akan lebih baik jika, informasi terebut tidak ditampilkan kepada khalayak umum.

10. Help and Documentation

Suatu sistem yang baik adalah sistem yang dilengkapi dengan bantuan dan dokumentasi di dalamnya. Hal tersebut dimaksudkan agar memudahkan pengunjung untuk melakukan pembelajaran terhadap fungsi dari setiap tombol maupun fungis dari setiap halaman.

Tooltips

Pada website ini, penggunaan help disertakan di dalam tooltips dari setiap button ataupun menu klik. Diantaranya dapat dilihat pada screen shoot berikut.

Penggunaan help yang disertakan bersama dengan tooltips merupakan pilihan yang tepat untuk menyampaikan bantuan dari developer kepada pengunjung. Kenapa? Karena akan tidak memungkinkan untuk membuat halaman khusus yang akan membantu pengunjung.

Sekian analisa saya mengenai website Yamaha Indonesia. Terimakasih.

Add comment June 25th, 2010

Kajian Usability – Yamaha Indonesia (2 of 3).

Pada bagian ini, merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya.

1.  Visibility of System Status.

Inti dari prinsip ini adalah, suatu sistem harus dapat menginformasikan tentang kondisi dan keadaan situs tersebut di saat itu. Meliputi feedback selama melakukan koneksi tersebut.

Dalam website ini terdapat navigasi seperti berikut ini:

Pada navigasi tersebut, pada saat mouse menyorot bagian Product>Motorcycle>Automatic akan muncul perbedaan warna pada menu yang disorot. Perbedaan warna tersebut muncul akan memberikan penanda bagi pengunjung dimana dia sedang menyorot. Namun, pada penavigasian seperti ini, dapat dilihat bahwa pengunjung akan membutuhkan usaha lebih untuk melakukan pengindexan terhadap menu yang ada.

Solusi: Akan lebih baik bila pengunjung ditampilkan menu dalam bentuk memanjang ke bawah berdasarkan supermenunya, jadi pengunjung tidak perlu melakukan penggeseran untuk melakukan pemilihan terhadap menu Automatic ataupun MIO pada contohnya.

2. Match beetwen system and the real world.

Website yang dikaji telah menempatkan pengunjungan prinsip ini secara baik. Website telah menggunakan istilah yang mampu untuk dikenali dengan mudah bagi pengunjung tetap maupun pengunjung tidak tetap.

3. User control and freedom.

Sistem memberikan sebuah konfirmasi kepada pengunjung apakah pengunjung ingin melanjutkan jelajahnya ketika sebelumnya pengunjung melakukan kesalahan klik.

Dalam website yang dikaji ini, tidak terdapat suatu penerapan terhadap prinsip ini. Pengunjung diijinkan untuk melakukan klik dimanapun, dan sistem website ini menjamin bahwa pengunjung tidak akan melakukan kesalahan klik, ataupun ketika pengunjung melakukan kesalahan klik, pengunjung tidak akan merasa terganggu.

4. Consistency and Standards.

Sebuah sistem aplikasi yang baik seharusnya tidak menunjukkan perbedaan pada pengunjungan kata, situasi. Dalam website yamaha, telah menerapkan prinsip ini dengan baik untuk pengunjungan pemilihan kata, ataupun dalam penempatan lay out web.

5. Error prevention.

Sistem akan menghandle terhadap eror yang ada,  sistem juga dapat melakukan pilihan konfirmasi sebelum menyetujui setiap perintah yang diberikan oleh pengunjung.

Melakukan Tulis Komentar

Ketika pengunjung ingin memberikan komentar ataupun unek-unek mereka, sistem menyediakan fungsi khusus yatu What They Say. Sebelum melakukan pemberian komentar, sistem mewajibkan pengunjung untuk melakukan verifikasi identitas. Ditunjukkan dalam gambar di bawah.

Tulis komentar

Seperti layaknya submit page, terdapat beberapa verifikasi yang harus diisikan uer. Namun, ketika pada tab Security Code tidak diisikan, dan pengunjung menekan tombol submit, apa yang terjadi? Sistem website akan mengenali hal itu sebagai sesuatu yang Legal, tidak memberikan peringatan apa pun, dan akhirnya pengunjung menjadi bingung, apakah komentarnya sudah masuk dalam database Website ataukah belum.

Solusi: Akan lebih baik jika sistem website memunculkan sebuah peringatan yang mengharuskan pengunjung untuk mengisikan setiap tab verivikasi secara komplit ketika pengunjung salah ataupun kurang dalam melakukan pengisian.

Menuju ke posting selanjutnya : Kajian Usability – Yamaha Indonesia (3 of 3).

Add comment June 25th, 2010

Kajian Usability – Yamaha Indonesia (1 of 3).

Pada posting kali ini, merupakan tulisan untuk memenuhi ketentuan tugas akhir IMK 2010 Departemen Ilkom IPB . Pada posting kali ini, akan dilakukan analisis terhadap situs web Yamaha Indonesia (http://www.yamaha-motor.co.id/). Dalam analisa kali ini, akan dibahas tentang usability dari suatu website, pembahasan meliputi segi positif maupun negatif yang terdapat pada website tersebut.
Metode pengkajian usability yang digunakan dalam penganalisaan website ini adalah menggunakan metode Heuristic Evaluation yang bekerja berdasarkan Task Analysis dari seorang user. Pada metode Heuristic Evaluation, tujuan utamanya adalah untuk mengidentifikasi berbagai masalah yang berhubungan dengan desain dan user interface. Karena, dalam dunia maya, desain dan user interface suatu website akan sangat menentukan konsistensi keberadaan dari website tersebut. Menurut Jacob Nielsen, usability dapat digolongkan dalam beberapa prinsip utama:
  • Visibility of system status,
  • Match between system and the real world,
  • User control and freedom,
  • Consistency and standards,
  • Error prevention,
  • Recognition rather than recall,
  • Flexibility and efficiency of use,
  • Aesthetic and minimalist design,
  • Help users recognize, diagnose, and recover from errors,
  • Help and documentation.
Mengapa Yamaha
Alasan mengapa saya mengkaji tentang website Yamaha Indonesia yang berdomisili di  http://www.yamaha-motor.co.id adalah karena saya memiliki ketertarikan dengan website ini, website ini penuh kekreativitasan dan seni. Oleh karena hal tersebut di atas, saya bermaksud untuk menganalisa darisegi  usability website. Sehingga, dapat memberikan saran kepada pembaca (developer dan umum-red) tentang bagaimanakah seharusnya sebuah web itu didesain.
Menuju ke posting selanjutnya : Kajian Usability – Yamaha Indonesia (2 of 3).

Add comment June 25th, 2010


Search

Calendar

June 2017
S M T W T F S
« Jun    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Archives

Recent Coments